Setelah Baca Buku “Untold Story Susi Pudjiastuti”. Berikut Fakta Tentang Bu Susi Pudjiastuti

Jakarta, Tabloid NPP – Meskipun orangtuanya kaya raya, Susi & saudara-saudaranya tak pernah dimanjakan oleh orangtuanya. Susi jualan dadar gulung keliling kampung sejak SMP. Adiknya jualan bensin eceran.

Susi dikenal cemerlang di bidang akademik. Ia masuk SMA favorit di Jogja. Saat SMA, buku bacaannya adalah buku filsafat & politik berbahasa Inggris. Selain karena kondisi kesehatan, Susi juga merasa sekolah tidak cocok untuknya, akhirnya ia memutuskan drop out di kelas 2 SMA.

Berbekal uang Rp.750.000 hasil jual perhiasan, Susi jadi bakul ikan.
Sebagai bakul, Susi tidak beli ikan dengan rendah dari nelayan. Susi justru membeli ikan dengan harga tinggi. Susi ingin agar kehidupan nelayan bisa menjadi lebih baik.

Tahun 1996, Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan yang hasilnya diekspor.
Sejak 1999, Susi mengajukan pendanaan untuk membeli pesawat terbang, supaya ikan-ikannya bisa diangkut dengan cepat. Tahun 2004, Susi bisa membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp.20 milyar dari pinjaman bank.

26 Desember 2004, Pesawat Susi Air tercatat pesawat pertama dari luar Aceh yang menembus lokasi tsunami. Pesawat yang dipakai Susi ke Aceh adalah pesawat baru & belum diasuransikan. Jika terjadi kecelakaan, ia akan totally lost. Tapi resiko ia ambil demi membantu orang lain.

Susi berupaya mendampingi nelayan Aceh agar kembali melaut. Saat itu nelayan masih trauma, alat2 penangkap ikan hancur. Susi lalu mengirim nelayan-nelayan asal Pangandaran ke Simeulue untuk berbagi pengetahuan, lengkap dengan pemberian 20 perahu dan alat penangkap ikan & bensin gratis.

Tahun 2005, Susi sudah memiliki 3 pesawat sehingga bisa memulai penerbangan berjadwal dari Medan ke beberapa tempat. Tahun 2014, armada Susi Air berjumlah 49 unit. Dari 179 pilot di Susi Air, 175 adalah pilot asing. Bayangkan, CEO wanita Indonesia mempekerjakan banyak ‘bule’ .

Susi sangat memperhatikan masalah lingkungan. Ia minta nelayan buat lubang jaring agak besar agar anak-anak ikan tidak tertangkap. Jila ia kedapatan nelayan menangkap lobster yang sedang bertelur. Susi membeli semua lobster dari nelayan, lalu lobster dilepas ke laut!

Pencapaian-pencapaian Susi memang tak lepas dari sifat seorang pekerja keras. Kata orang-orang dekatnya, tidak ada kata “tidak bisa”. Sebelum menyuruh orang lain melakukan sesuatu, ia harus melakukan dan menguasainya lebih dahulu. (dewa aruna, ali & tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *