Mulai Besok, TMMD Kodam ll/SWJ ke -105 akan dibuka oleh Masing-Masing Pimpinan Daerah di 5 Wilayah

Palembang Tabloid NPPMulai besok, Rabu (10/7/2019) Kodam II/Swj akan melaksanakan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Ke-105 TA. 2019, secara serentak di 5 wilayah. Pelaksanaan Program TMMD akan ditandai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh masing-masing pejabat Pemda di 5 wilayah Sumbagsel tersebut.

Rencananya, kegiatan upacara pembukaan TMMD ditiap-tiap wilayah juga akan dihadiri oleh unsur FKPD, Dinas/Instansi, Pejabat TNI/Polri, Ormas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perusahaan Swasta/BUMD/BUMN dan  komponen masyarakat. Sedangkan sebagai peserta upacara akan melibatkan prajurit TNI dan Polri, Satpol PP, PNS Pemda, FKPPI, PPM, pramuka, pelajar, mahasiswa, Linmas dan komponen masyarakat lainnya.

Pada masing-masing lokasi TMMD, setelah dilaksanakan upacara pembukaan akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan antara lain  seperti : pelayanan KB gratis, pengobatan gratis, khitanan massal, penanaman pohon dan lain sebagainya.

Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan, Selasa (9/7/2019) menjelaskan, kegiatan TMMD Ke-105 tahun 2019 akan dibuka oleh masing-masing Pimpinan daerah wilayah TMMD yang dilaksanakan secara serentak selama 30 hari, mulai 10 Juli hingga 8 Agustus 2019, dengan menerjunkan Satgas yang terdiri dari personel TNI, Polri, unsur pemerintah daerah dan masyarakat lainnya.

Untuk wilayah Kodam II/Swj sendiri, sambung Kapendam, kegiatan TMMD Ke-105 akan dilaksanakan di 5 Kabupaten / Kota di wilayah Sumbagsel, antara lain, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Prov. Sumsel (Korem 044/Gapo), Kabupaten Batanghari, Prov. Jambi (Korem 042/Gapu), Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu (Korem 041/Gamas), Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Kota Bumi Lampung Utara, Prov. Lampung (Korem 043/Gatam) yang meliputi sasaran fisik dan non fisik.

Dia juga mengatakan bahwa, untuk sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana fasilitas umum lain yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah, sehingga semakin meningkatkan roda perekonomian daerah akibat terbukanya isolasi antar desa atau daerah terpencil, seperti pembuatan jalan, jembatan, gorong-gorong, MCK, pos Kamling, rehap sarana ibadah, rehap rumah pra-sejahtera dan berbagai fasilitas umum lainnya.

Sedangkan sasaran non fisik diarahkan untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas masyarakat desa, guna meningkatkan kualitas hidup dalam membangun daerahnya sendiri menuju kehidupan sosial yang lebih maju, sejahtera dan mandiri, antara lain meliputi penyuluhan kesadaran bela Negara, kesadaran hukum, penyuluhan pertanian, peternakan, kesehatan dan KB, pengobatan gratis, penyuluhan bahaya narkoba, dan berbagai kegiatan non fisik lainnya”, ungkap Kolonel Djohan.(Yudi/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *