SDN 12 Kuala Karang Butuh Perhatian Pemerintah, Jangan Pikir Kualitas Kalau Sekolahnya…?

Kubu Raya-Kondisi sarana dan prasarana(Sapras)pendidikan di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya,membutuhkan sentuhan yang serius dari pemerintah.Pasalnya,masih banyak ditemukan sekolah yang memiliki Sarpras jauh dari standar kelayakan.

Misalnya saja, Sekolah Dasar Negeri (SDN)12 di Desa Kuala Karang Kecamatan Teluk Pakeadai yang kekurangan empat lokal untuk Kegiatan Belajar Mengajar(KBM).

Sekolah yang berada puluhan kilo meter dari ibu kota kecamatan itu,kini hanya memiliki Enam lokal kelas satu diantaranya terpaksa dipergunakan kantor dengan gedung perpustakaan. Ironisnya jumlah siswa yang ada yakni, 240 orang siswa terdiri dari 12 Rombel tidak sebanding dengan jumlah lokal kelas yang di miliki.

Hal ini otomatis berdampak pada perkembangan siswa dalam menggali ilmu.Sehingga pihak sekolah terpaksa menggunakan sistem sif untuk terselenggaranya proses Kegiatan Belajar Mengajar(KBM)siswa,”kata Mardiana guru SDN 12 Desa Kuala Karang yang sudah belasan tahun mengadikan diri disekolah tersebut.Hal senada juga di sampaikan kepala Sekolah SDN.12 Muhraini,Spd. kepada wartawan media ini ketika ditemui di ruang kerjanya kamis,(18/07).

Sekolah yang berdiri sejak 1995 itu, selain membutuhkan empat Ruang Kelas sekolah tersebut juga kini yang paling prioritas adalah WC.Jika siswa ingin buanghajat mau buang kemana dihawatirkan lalu nyecer.selain itu pula kami sangat membutuhkan rehab ringan untuk kelas empat ruang kelas.

Pasalnya,kelas yang hambir ambruk itu, tampak Plapon dan lantaiserta atap dan kayu penyangganya lapuk serta dinding retak.Belum lagi meubeler di ruangan kelas sudah sudah banyak ruang kelas yang tidak memilik Meubeler ada punsebagai banyak yang sudah tidak layak hal itu kemungkinan besar dampak dari kondisinya yang sudah tua.

Ironisnya,sampai saat ini upaya keras yang dilakukan pihak sekolah seperti memberikan permohonan melalui proposal belum ada tanggapan serius dari pemerintah terkait kondisi prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan sekolah tersebut.”Sebagian siswa SDN 12 Kualakarang harus rela belajar bergiliran dan dan harus rela belajar di lantai.

ini sudah berlangsung cukup lama. Sebab itu,kami telah berusaha keras dalam memajukan kualitas mutu pendidikan.Namun,entah kenapa sampai saat ini bantuan belum kunjung datang,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan,pihaknya sering meminta bantuan untuk pembangunan sekolah yang tengah dipimpinnya itu kepada pemerintah terkait.Namun,hasilnya tetap nihil.” Mudah-mudahan harapan kami dapat dikabulkan oleh pemerintah demi kemajuan dan kualitas pendidikan.

Bagaimana kami dapat mencetak anak didik dengan maksimal apabila sarana dan prasarananya tidak menunjang,” pungkasnya.

Sementara Musrianto salah seorang warga kualakarang selaku tokoh masyarakat berharap Lembaga Istansi terkait turun lansung secepatnya kelokasi melihat kondisi bangunan sekolah SDN.12 Kualakarang sehingga tidak hanya mendengar Impormasi.”Harapnya

“Lebih lanjut dia mengatakan mungkin kalau kami di anggap bohong mendingan ada lembaga instansi yang terjun langsung ke kuala Karang dan itu kenapa sangat pentingkan pendidikan kita sekarang

Masih kata dia jadi harapan kami dengan adanya kondisi seperti ini dari dinas yang terkait dari pendidikan mohon bantuan diperhatikan sekolah kami yang ada di desa Kualakarang karena anak anak kami ini sangat membutuhkan pendidikan itu harapan kami Kata.”Musrianto.

(Tim/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *