Sab. Jan 25th, 2020

Ormas GPAB Sumsel Akan Laporkan YP Oknum Pengurus PKH Kecamatan Muara Kuang

2 min read

Ogan Ilir, Tabloid NPP – Ormas Generasi Pengerak Anak Bangsa (GPAB) DPD Sumatera Selatan (Sumsel) meminta YP oknum pengurus PKH kecamatan Muara Kuang berhenti melakukan pembodohan terhadap penerima PKH.

Hal itu diungkap ketua Ormas GPAB Sumsel Yongki Ariansyah, SH kepada Tabloid NPP, minggu 28 Juli 2019.

“Pasalnya lima orang penerima PKH di desa Kelampadu mendapatkan bukti struk penarikan uang Program Keluarga Harapan (PKH) dari pengurus berinisial YP dengan nama pemilik rekening YP yang di cetak oleh mesin BRI LINK, kemudian diserahkan kepada penerima PKH di desa Kelampadu.

Dari kelima orang tersebut, Iskandar Rp 625.000, Lilis Rp 830.000, Suparni Rp 1.050.000, Lihayati Rp 410.000, Milda 225.000, dan di struk itu tertera tertanggal 10 juli 2018, seharusnya berkisaran tanggal 10 juli 2019. Disini juga kami merasa ada dugaan manipulasi data oleh oknum yang diduga ingin mengambil keuntungan pribadi,” ujar Yongki

“Salah satu penerima PKH bernama lilis warga desa Kelampadu menemui ketua ormas Generasi Penggerak Anak Bangsa agar dapat membantu pengurus uang PKH yang ia terima karena merasa tidak sesuai,” sambungnya.

Lilis juga merasa di bodohi oleh YP yang kabarnya koordinator wilayah kecamatan Muara Kuang, dan masalah ini akan kita tindaklanjuti ke aparat terkait, dalam waku dekat kita akan membuat laporan, “tutup ketua GPAB DPD Sumsel.

Edi suami Lihayati salah satu warga Kelampadu penerima PKH menuturkan, ” bahwa buku tabungan PKH yang kami miliki tidak pernah di print out sudah lebih dari lima tahun, hampir semua buku tabungan anggota PKH sebanyak 65 kurang lebih tidak pernah di print out,” tutur Edi.

Sementara itu sampai berita ini ditayangkan, oknum pengurus PKH berinisial YP dan pihak terkait belum dapat dihubungi/ditemui untuk dimintai keterangannya. (Joni)

2 thoughts on “Ormas GPAB Sumsel Akan Laporkan YP Oknum Pengurus PKH Kecamatan Muara Kuang

  1. Saya atas nama yang di beritakan di atas ingin mengklarifikasi bahwa berita ini tidak benar adanya. Jumlah bantuan pkh memang berpariasi tergantung dengan jumlah anak yang dimiliki. Buku tabungan pkh jika ingin di cetak bukan dengan saya tapi di bank terdekat. Saya memiliki bukti jumlah bantuan atau nominal uang yang diterima ada di sp2d dan saya siap menunjukkan jumlah uang tersebut. Serta cetak rekening koran pencairan tersebut. Dan mengapa di struk pencairan tahun 2018 itu karena mesin edc saya rusak dan untuk sementara di berikan edc baru oleh pihak bank karena mau pencairan dana pkh. Untuk kpm atas nama lilis baru 2 tahun menerima bantuan pkh tetapi mengakatakan sudah 5 tahun tidak di cetak buku tabungan. Sekali lagi saya menyatakan berita ini tidak benar.Terimakasih itu saja klarifikasi dari saya. Yosep pranata SH (Korcam PKH Muarakuang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *