Membangun Pendidikan Yang Bermartabat dan Beradab

Pengurus Komnasdik Provinsi Jawa Timur bersama Emil Dardak, Ph.D Wakil Gubernur Jawa Timur

Tabloid NPP – “ Sekarang, misi pendidikan kadang-kadang telah menyempit menjadi sekedar ahli dagang, ahli menghitung , ahli membius, ahli membedah, ahli membuat obat, ahli mengoperasikan komputer, bahkan ahli marketing, keahlian-keahlian itu harus diakui memang diperlukan. Tetapi , mestinya yang paling utama ialah mendidik murid itu menjadi manusia lebih dahulu.”
( Filsafat Pendidikan Islam, Prof. Ahmad Tafsir, 2008 )

Sobat. Betul seharusnya misi pendidikan adalah memanusiakan manusia, artinya mendidik manusia menjadi manusia yang baik atau beradab (memiliki adab). Wacana penerapan pendidikan karakter, berbagai penelitian, pelatihan diskusi, dan seminar pendidikan karakter menjamur di mana-mana. Banyak juga sekolah di tanah air yang mengaku sekolah mereka menerapkan pendidikan karakter untuk menjaring peserta didik.

Sobat. Dilihat dari perspektif pendidikan, gagasan pendidikan karakter ini terdengar aneh rasanya. Mengapa sobat? Karena sejak dulu, misi pendidikan pada dasarnya adalah tempat untuk membina pribadi seseorang agar tumbuh menjadi manusia berakhlak dan bermoral. Bagaimana mungkin sekarang orang sibuk berbicara pembentukan karakter di dalam pendidikan ? ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa selama ini unsur pembinaan karakter dalam lembaga pendidikan telah tenggelam ditutupi oleh pendidikan yang menekankan keterampilan dan kemampuan intelektual untuk mencari kerja dan karir.

Sobat. Tentunya kita patut bersyukur dengan adanya kesadaran pemerintah mengenai pentingnya pendidikan karakter ini. Sebab, penanaman nilai-nilai ini sangat penting untuk menjamin ketertiban, keadilan, keharmonisan, dan kebahagiaan hidup manusia. Apalah artinya seseorang memiliki kecerdasan intelektual, tetapi memiliki akhlak yang buruk. Orang seperti ini justru akan banyak masalah karena sikap hidupnya hanya mementingkan diri sendiri dan kecerdasannya dapat merugikan orang lain. Pentingnya contoh dan teladan yang baik dari para pemimpin dan elit kekuasaan menjadi salah satu kunci sukses membangun pendidikan yang bermartabat dan beradab. Bukan hanya slogan saja “ Saya Indonesia, saya pancasilais, eh ternyata koruptor. Contohnya adalah para koruptor yang menggunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri. Padahal jabatan itu adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Jual beli jabatan dibilang biasa itu bisharah, ah hanya uang rujakan biasa kalau ketemu menteri.

Sobat, dalam artikel singkat ini kita akan membahas bagaimana membangun kesadaran manusia Indonesia yang sejatinya ada 5 Karakter jati diri masyarakat kita :

1. Sadar Tuhan menjadi pedoman jiwa. Kesadaran bahwa Allah Yang Mahakuasa menciptakan manusia dan kehidupan dengan Cinta-Nya. Dengan kesadaran itu, kita bisa menjalani hidup dengan keyakinan sifat jujur dan ikhlas. Allah senantiasa ada dan mengawasi kita dalam seluruh aktivitas yang kita lakukan

2. Sadar Diri menjadi pedoman hati. Kesadaran bahwa diri manusia diciptakan sama dengan lainnya dengan sifat Kasih-Nya. Dengan kesadaran ini, kita bisa menjalani hidup dengan percaya diri dalam sikap perilaku sopan, rendah hati, dan tidak sombong untuk meluaskan cinta dan kasih sayang kepada sesama dan alam kehidupan. Memanusiakan manusia dengan adil dan beradab.

3. Sadar Hidup menjadi pedoman nurani. Kesadaran bahwa hidup adalah karunia Allah yang diciptakan dengan sifat sayang-Nya dan harus dijaga sebaik-baiknya dengan sikap tanggung jawab dengan perilaku yang berguna.

4. Sadar Masalah menjadi pedoman sikap. Kesadaran bahwa masalah adalah cara Allah SWT untuk memperbaiki kesalahan sikap perilaku manusia dan mengembalikan sifat cinta dan kasih sayang ke dalam diri manusia. Sehingga kita bisa memahami hikmah atas masalah yang menuntun kita menjadi manusia yang sabar, peduli dan cerdas.

5. Sadar Bahagia menjadi pedoman perilaku. Kesadaran bahwa bahagia adalah fitrah jiwa manusia agar kita bisa menjalani hidup dengan gembira, murah hati, dan bersyukur sebagai makhluk yang dicintai, dikasihi, dan disayangi-Nya.

Sobat, Untuk meningkatkan kesadaran, kita mengalirkan aktivitas AIR sepanjang waktu di dalam diri:
1. Amati kejadian dan pikiran tanpa penyangkalan.
2. Introspeksi tindakan tanpa menyalahkan.
3. Reposisi niat dan hati tanpa kepentingan.
Dengan begitu kita meningkatkan kepekaan indera menyidik datangnya persoalan informasi dan akal mengenali peluang dan solusi, lewat hati yang sepenuhnya merasai.

Sobat. Jalani hidup ini dengan penuh kesadaran dan kesyukuran! Nisacaya anda akan hidup dalam keberkahan dan keberlimpahan! Tidak ada kata paling indah dan paling dahsyat kekuatannya melainkan kata Syukur !

Sobat. Sebagai muslim, kita berkeyakinan bahwa pendidikan karakter dan bermartabat adalah pendidikan adab atau akhlak yang berlandaskan nilai-nilai Islam karena apa yang disebut baik atau buruk tidak lain bersumber dari wahyu ( al-Quran dan Sunnah Nabi ). Karena seluruh kehidupan setiap muslim harus senantiasa terikat dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Itulah yang membuat bahagia tidak hanya di dunia namun juga di akherat.

Sobat, sebelum mengakhiri tulisan ini mari sejenak kita lakukan hal berikut ini: Pejamkan mata Anda! Tarik nafas perlahan dalam-dalam kemudian keluarkan pelan-pelan. Rasakan segala kelimpahan nikmat-Nya. Syukuri kenikmatan itu masih tetap bersama Anda! Lalu ucapkanlah Alhamdulillahi ala kulli hal dengan penuh penghayatan.

Salam Dahsyat dan Luar biasa !

Penulis : Spiritual Motivator – DR. N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri diantaranya Gizi Spiritual dan The Power of Spirituality . Narasumber tetap Radio SMART 88.9 FM Surabaya. Sekretaris Pengurus Komnasdik Jatim. www.faqihsyarif.net 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *