Warga Masyarakat Kedung Pengawas Kehendaki Penyulingan Thiner Di lanjutkan

Kab Bekasi Tabloid NPP-Warga Masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik penyulingan thinner di Kampung Baru RT.013/05 Dusun II, Desa Kedungpengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, meminta agar keberadaan pabrik itu tetap dilanjutkan. Keberadaan pabrik tersebut dinilai secara ekonomis bermanfaat dan menguntungkan warga sekitar.

Salah satu warga setempat, Mulyadi (35), mengatakan bahwa mayoritas warga Desa Kedungpengawas yang tinggal di sekitar pabrik mendukung operasi pabrik penyulingan thinner. Mulyadi pun menampik jika keberadaan pabrik tersebut merugikan masyarakat sekitar, yang ada malah menguntungkan.

“Warga di sini secara mayoritas mendukung adanya pabrik thinner, karena para pekerjanya itu kebanyakan warga setempat,” ujar Mulyadi, Senin (19/8/2019).

Mulyadi menegaskan dukungan positif kepada pabrik penyulingan thinner bukan tanpa alasan. Pihaknya secara langsung telah menyaksikan bahwa keberadaan pabrik tersebut banyak melakukan berbagai pembenahan di wilayahnya.

“Jika ada pemberitaan yang tidak benar berkaitan dengan pabrik thinner di sini dan mengakibatkan pabrik tersebut tutup, maka kami warga setempat akan minta pertanggungjawabannya. Kalau pabrik ini sampai ditutup, anak dan istri mereka yang sudah pada bekerja disitu mau makan apa, inikan matapencaharian warga disini,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Kedungpengawas, Nasarudin mengatakan, pemerintah desa, Kecamatan dan seluruh elemen masyarakat setempat, berpendapat bahwa dengan adanya pabrik tersebut merupakan salah satu upaya percepatan pembangunan menuju kemandirian desa.

“Pabrik tersebut juga sudah mempunyai izin lingkungan dari masyarakat setempat. Mengenai presentasi keuntungan secara menyeluruh dan penanganan dampak sosial juga sudah dilakukan oleh perusahaan tersebut. Selain itu berdasarkan penjelasan hasil kajian menyangkut dampak lingkungan, pemerintah desa, kecamatan dan masyarakat mendapatkan gambaran pasti bahwa lebih banyak dampak positif dibanding dengan dampak negatifnya,” paparnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, kata Nasarudin, pabrik tersebut sudah banyak menyerap tenaga kerja yang mayoritas dari warga setempat,” tutupnya. (Tim Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *